Jadikan Momentum Sumpah Pemuda Merajut Kembali Persatuan dan Kesatuan

Pambudi
Jadikan Momentum Sumpah Pemuda Merajut Kembali Persatuan dan Kesatuan
Pembentangan Merah Putih di depan Gedung Museum Sumpah Pemuda Jakarta Pusat

OFFSHORE Indonesia - Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menggelar seremoni pembentangan Merah putih jumbo berukuran 30 X 50 meter. Seremoni dilakukan di depan Museum Sumpah Pemuda di Jl Kramat Raya No. 106 Jakarta Pusat. 

"Dengan tajuk Merajut Kembali Merah Putih yang Terkoyak", peringatan Hari Sumpah Pemuda ini jadi momentum untuk kembali menyatukan rakyat Indonesia yang sudah tampak terpecah belah," ungkap Presiden FSPPB, Arie Gumilar pada rekan media di Jakarta, Kamis (28/10).

Sumpah pemuda adalah ikrar pendahulu bangsa pada tahun 1928 yang menyatakan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Tujuhbelas tahun kemudian, Indonesia Merdeka, sambung Arie.

Menurut Arie Gumilar lagi, momentum hari ini sama dengan peristiwa tahun 1928. “Ketika bangsa kita saat ini sedang tidak baik-baik saja, maka saatnya seluruh elemen anak bangsa berikrar kembali menyatakan bahwa seluruh pemuda-pemudi dan putra putri Indonesia bertumpah darah satu, tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia,” katanya. 

Dia menegaskan pula, “Saya yakin inilah momentum kita meraih kembali kejayaan bangsa Indonesia pada tahun 2045. Karena pada tahun itulah Indonesia mencapai 100 tahun. Apakah akan menuju Indonesia emas atau Indonesia bubar!”

Ada satu syarat yang harus dipenuhi agar negeri ini dapat menuju Indonesia emas, yakni persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, pada momentum Sumpah Pemuda tahun ini, FSPPB menyelenggarakan seremonial peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan mengajak seluruh elemen bangsa dari Sabang sampai Merauke untuk mengucapkan ikrar yang sama.

“Berikrar pada diri sendiri, berikrar pada kelompok, berikrar negara dan berikrar pada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kita akan mampu dengan persatuan dan kesatuan bangsa, bangsa kita akan menjadi bangsa yang hebat, maju dan jaya,” tegasnya.

Dalam seremoni ini FSPPB membawa simbol berupa bendera merah putih. “Ini simbol negara kita negara yang besar. Telah melalui perjalanan sejarah yang panjang. Seperti ukuran bendera merah putih dengan ukuran jumbo itu, sudah melalui perjalanan panjang, dari Sabang hingga Merauke. Bahkan telah berkeliling dunia. Hari ini bendera merah putih dalam ukuran jumbo sudah terkoyak. Sudah banyak yang robek. Ini juga gambaran bangsa kita saat ini. Sudah banyak kerusakan yang timbul,” beber Arie. 

Dan untuk merajut itu tidak menggunakan benang emas tetapi dengan persatuan dan kesatuan. “Bukan dengan benang emas. Bukan dengan tambang tetapi dengan persatuan dan kesatuan. Kalau kita lihat bendera ukuran jumbo itu ada robekan-robekan yang disatukan dengan tangan-tangan anak-anak bangsa. Persatuan dan kesatuan ini merajut bendera yang terkoyak,” terang Arie.

Dalam peringatan ini, Arie juga menyinggung kedaulatan energi. Menurutnya, kedaulatan energi menjadi salah satu bagian kedaulatan dari sebuah negara. Jamak dipahami, sebuah negara akan berdaulat paling tidak memiliki 3 kedaulatan, yaitu kedaulatan pangan, kedaulatan ekonomi dan kedaulatan energi.

Dia mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan potensial di bidang energi. “Indonesia kaya energi bukan hanya fosil seperti minyak bumi, batubara tetapi juga energi baru terbarukan yang sangat potensi besar. Ada 482 Gigawatt potensi energi terbarukan di negeri ini. Belum termasuk energi baru dari uranium, plutonium, dan torium, yang baru-baru ini ditemukan. Dan ini mutlak harus dikuasai oleh negara,” tegasnya. 

Hal ini sesuai amanat Undang-undang 1945 Pasal 33, yaitu cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak, mutlak dikuasai oleh negara. Apalagi yang datangnya dari sumber kekayaan alam yang ada di Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. 

“Tonggak inilah melandasi kita melangkah ke depan. Semua kedaulatan akan dicapai bila semua elemen anak bangsa bersatu kembali,” pungkas Arie.

#Hari   #Sumpah   #Pemuda   #FSPPB   #Arie   #Gumilar