Investasi UEA di Aceh Pakai Jasa CEO China Cari Energi Baru dan Alternatif Jalur

Pambudi
Investasi UEA di Aceh Pakai Jasa CEO China Cari Energi Baru dan Alternatif Jalur
Pengamat kawasan Asia Tenggara, Muhammad Ichsan

OFFSHORE Indonesia - Pengamat kawasan Asia Tenggara, Muhammad Ichsan mengatakan masuknya Investasi UEA di Aceh menjadi hal positif bagi kemajuan Aceh dalam sektor Pariwisata serta multi sektor lainnya.

Negeri Berjuluk Serambi Mekah tersebut akan menerima investasi senilai USD 500 juta atau setara dengan Rp7,1 triliun di Aceh Singkil. 

Selain Investasi yang besar dari negeri kaya Jazirah Arab itu, nantinya yang menggarisbawahi perkataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam investasi tersebut nantinya akan ada campur tangan China.

Ichsan turut menganalisa terkait dampak dan tujuan dari hadirnya UEA dan China kelak di wilayah Aceh terkait tujuan lain Investasi UEA memakai Jasa CEO asal China di Aceh.

Menurut Alumni Magister Asia Tenggara Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu kepada media di Jakarta, Kamis (9/9), jalur Barat Selatan Aceh ada Potensi Migas di Lepas Aceh Barat, Nagan Raya, dan Abdya menghadap ke Simeulue, 

Lanjutnya, "Jalur Barat Selatan Aceh cocok untuk Iklim "One Belt One Road" (China) karena menghindari ketegangan konflik jalur dagang LCS dengan US (Alternatif Road)."

Investasi UEA dan China  menjadi alat propaganda untuk memancing Turki masuk dalam sektor yang sama. Karena faktor Geohistory dan Geoculture Transnasional. UEA dan negara Arab sedang mencari sumber energi baru cadangan Migas mereka di luar Jazirah Arab. Hadirnya China sebagai momentum menguasai gerbang Selat Malaka (Sabang Port), imbuh Ichsan.

#Pengamat   #kawasan   #Asia   #Tenggara   #Muhammad   #Ichsan   #Aceh   #UEA   #