Basilio Dias Araujo, Dari Sabang Sampai Poros Maritim Dunia

doci
Basilio Dias Araujo, Dari Sabang Sampai Poros Maritim Dunia
Deputi Basilio Araujo

Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) terus berupaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Terkini adalah menggenjot konektivitas pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, salah satunya adalah Pelabuhan Sabang.

Berkunjung ke Sabang, Aceh, Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves, Basilio Dias Araujo, S.S, MA  sangat mengapresiasi langkah strategis Krakatau Bandar Samudera (KBS) dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dalam mempercepat perwujudan konektivitas pelabuhan-pelabuhan strategis di Indonesia dan mengoptimalkan potensi bisnis maritim sekaligus mengembangkan sektor logistik guna memperkuat rantai pasok global melalui jalur-jalur laut atau wilayah perairan strategis di Indonesia.

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti penandatanganan kerjasama antara Krakatau Bandar Samudera (KBS) dengan BPKS. "Ini akan mendorong pengembangan dan revitalisasi penataan Kawasan Sabang dan Cilegon-Banten menjadi salah satu poros logistik maritim terutama komoditas penting dan curah di Indonesia," jelas mantan Jubir Pro-Integrasi Tim-Tim untuk Indonesia ini.

Selanjutnya, mantan Sespri Dubes Portugal ini juga mencermati pembangunan dan pengembangan sistem transportasi laut yang menurutnya sudah mendesak dan segera direalisasikan. Bahkan, menurutnya, Pelabuhan Bebas Sabang pantas dijadikan First Emergency Call-Response Port, terutama di masa pandemi karena dinilai sangat strategis dan siap secara infrastruktur.

"Pelabuhan Bebas Sabang sangat strategis dan siap secara infrastrukturnya untuk dijadikan First Emergency Call-Response Port terutama di masa pandemic. Ini implementasi Resolusi PBB yang diinisiasi Indonesia pada Desember 2020 yang lalu”.

Sementara kepada segenap peserta yang hadir dan terlibat dalam diskusi, baik dari jajaran BPKS maupun Otoritas yang terlibat dalam jasa-jasa kepelabuhanan seperti KKP, Bea Cukai, Dinas Kesehatan, KPLP, BNPB, dan Pimpinan Pemda Kota Sabang, Deputi asal Timor ini menyampaikan perlu manfaatkan momentum global pandemi ini untuki benefit ekonomi dan pemberdayaan pemerintah daerah.

"Kita perlu manfaatkan momentum global pandemi ini untuk benefit ekonomi dan pemberdayaan pemerintah daerah," tambah Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (UKI Jakarta) ini.

Mantan penerjemah tiga Menteri Dalam Negeri mulai dari Soerjadi Soedirdja, Hari Sabarno, dan Mohammad Ma`ruf ini menjelaskan, Indonesia sebagai pengusung Resolusi PBB 75/17 yang intinya melindungi pelaut global, dan didukung 71 negara serta diadopsi pada tanggal 1 Desember 2020 di New York, meminta negara-negara untuk memfasilitasi masuknya kapal-kapal asing untuk menurunkan Pelaut sesuai Protokol Covid-19.

"Ini sangat berpotensi penuhi target ekonomi daerah dan nasional, pemenuhan prioritas nasional, serta peningkatan pelayanan masyarakat terutama jasa layanan moda transportasi laut bidang logistik dan kepelabuhanan dengan berbagai regulasi terkait Pelabuhan Bebas Perdagangan Sabang yang sangat menguntungkan,” papar dia.

Adapun rencana strategis tersebut akan mampu mendorong sumber pembiayaan di luar APBN atau creative financing dengan kemitraan strategis yang ke depannya dapat menciptakan efisiensi dan ekspansi operasional jasa layanan kepelabuhanan (karantina, kastom, imigrasi, dan berbagai jasa kepelabuhanan) serta jasa logistik dengan sinergi tepat secara professional, akuntabel, dan transparan.

Di sisi lain, Deputi Basilio juga menekankan perlunya sinergi BUMN dan Badan Usaha dalam percepatan rencana pembangunan kawasan pelabuhan yang bernilai sangat strategis di Indonesia terutama "konektivitas hub" antar pelabuhan-pelabuhan di Kawasan Khusus, Kawasan Ekonomi, dan Kawasan Perdagangan Bebas di seluruh wilayah Indonesia.

"Kita perlu terus dorong swasta dan Asosiasi terkait (pemilik kapal, agensi kapal, asosiasi logistik, dan lainnya ) lebih berperan dalam pembangunan “ekosistem” transportasi maritim terutama menjaga kestabilan dan keberlanjutan rantai pasok global untuk essential commodities," pungkas Basilio.