Terkait Pengangkutan Barang Berbahaya, KUPP Tanjung Redeb Gelar Diklat IMDG Code

Pardosi
Terkait Pengangkutan Barang Berbahaya, KUPP Tanjung Redeb Gelar Diklat IMDG Code
Diklat Pelatihan IMDG Code

OFFSHORE Indonesia - Kantor UPP Kelas II Tanjung Redeb, melaksanakan Diklat Pelatihan IMDG Code, bertempat di hotel Grand Parama, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, pada Selasa (18/10/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari (Selasa-Jumat) tersebut dibuka oleh Direktur KPLP Capt. Mugen R. Sartoto yang diwakili Jupri, salah satu pejabat di Subdit Tertib Berlayar, Dit KPLP, melalui zoom.

Mugen dalam sambutan itu mengungkapkan bahwa Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan No 16 Tahun 2021 tentang Tata Cara Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya di pelabuhan.

“Salah satu klausulnya menyebutkan barang berbahaya yang akan dikirimkan melalui pelabuhan laut di wilayah RI wajib menggunakan kemasan sesuai ketentuan spesifikasi dan pengujian sesuai dengan IMDG Code dan perubahannya,” ujarnya.

Kepala KUPP Tanjung Redeb, Hotman Siagian mengatakan, kegiatan ini terlaksana atas arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktur KPLP (Capt. Mugen R. Sartoto).

“Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang, yang masing-masing mewakili perusahaan yang ada di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Redeb,” katanya.

Hotman berharap agar setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini, para peserta mampu mengamalkan apa yang telah didapatkan, sehingga segala sesuatunya mampu berjalan dengan baik dan maksimal.

Hotman juga mengatakan, kapal mengangkut muatan Barang Berbahaya dalam kemasan, harus memenuhi persyaratan pemuatan dan pemisahan Barang Berbahaya sesuai dengan ketentuan dalam IMDG Code beserta Perubahannya.

“Kapal sebagaimana dimaksud harus memiliki persyaratan khusus untuk yang mengangkut barang berbahaya (document with the special requirement for ship carrying Dangerous Goods) sebagaimana diatur dalam safety of life at sea 1974, rencana pemuatan barang berbahaya, Petunjuk pemisahan barang berbahaya serta daftar pemeriksaan kapal atau pelabuhan untuk pemuatan barang berbahaya,” ungkapnya.

Sedangkan Win Rizaldi, Instruktur Solaz Training Center, mengatakan, program ini dilaksanakan untuk mendukung sosialisasi PM Nomor 16 tahun 2021 yang memiliki hubungan dengan IMDG Code IMO Modul Course 1.10.

Dengan pelatihan yang diberikan di Kabupaten Berau, diharapkan agar safety pada saat penanganan masuk ke pelabuhan hingga ke laut bisa terjaga di Perairan Tanjung Redeb.

Win Rizaldi menyampaikan ada beberapa jenis bahan berbahaya yang harus diperhatikan. Yakni, yang bersifat ekspolsif, berbahan gas, cairan mudah terbakar, benda padat mudah terbakar, oksidator atau periksoda organik, radio aktif dan bahan korosif serta yang lain-lainnya.

“Ini yang kita jelaskan, sesuai dengan PM Nomor 16 tahun 2021,” katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang, masing-masing mewakili perusahaan yang ada di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Redeb.

Hasanudin, salah seorang peserta dari PT PASN (Temas Grup), sangat mengapresiasi dengan terselenggaranya acara pelatihan ini. Dan ini sebagai wujud nyata yang dilakukan dari Kantor Unit Kelas II Tanjung Redeb.

Kegiatan pelatihan ini sangat ditunggu oleh para Pengguna Jasa. “Selama ini, ada aktifitas untuk packaging barang berbahaya, kami hanya bisa lakukan di luar pelabuhan. Semoga setelah ini, kami peserta dapat memahami dan menerapkan aturan dan SOP di dalam tugas sehari hari, guna mewujudkan keamanan dan keselamatan pelayaran,” ujarnya.