Hasil Survei Harga Pertalite Rp 10.000, Ternyata Sebagian Besar Masyarakat Setuju

Pam
Hasil Survei Harga Pertalite Rp 10.000, Ternyata Sebagian Besar Masyarakat Setuju
Foto: istimewa

Offshore Indonesia - Hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite menjadi Rp 10.000 per liter menunjukkan sebagian besar masyarakat menyatakan setuju.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, persepsi harga itu terbentuk dari pertanyaan harga yang cocok untuk BBM jenis pertalite.

“ Jadi yang bisa menerima dengan harga (pertalite) Rp10.000 itu 57%, yang menolak itu 40%,” kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei secara daring, Rabu (7/9/2022).

Sementara itu, lanjut Burhanuddin, mayoritas warga menolak harga pertalite sebesar Rp11.000 sebesar 70,1%; dan yang menolak harga pertalite Rp12.000 sebesar 81,2%.

Selanjutnya warga yang menolak harga pertalite Rp13.000 sebanyak 86,3%; harga Rp 14.000 sebanyak 87,6%; harga Rp15.000 sebanyak 88,2%; dan harga Rp17.200 sebanyak 90,1%.

“Semakin meningkat harga Pertalite, semakin tinggi penolakan harga tadi,” kata Burhanuddin.

Adapun margin of error dari survei itu sebesar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Survei harga pertalite itu dilakukan pada 25-31 Agustus 2022. Setidaknya ada 1.219 responden yang berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah dilibatkan dalam survei itu. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan metode wawancara via telepon.

#Pertalite   #Indikator   #Politik   #Indonesia   #