Garap Megaproyek Kilang 7 Miliar USD

Pertamina Buka Kesempatan Kerja Sama Pendanaan

Pambudi
Pertamina Buka Kesempatan Kerja Sama Pendanaan
Foto: istimewa

OFFSHORE Indonesia –  PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI), induk usaha kilang dan petrokimia Pertamina terus menjalin sinergi dengan mitra strategis guna memperkuat skema pendanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satu PSN yang dikelola PT KPI, Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan memiliki nilai proyek sebesar 7 miliar USD. Untuk mengoptimalkan strategi pendanaan RDMP Balikpapan tersebut, PT KPI menjalin kerja sama dengan perbankan di antaranya Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank Syariah Indonesia, untuk terlibat dalam skema Project Financing.

Disebutkan oleh Direktur Keuangan PT KPI, Fransetya Hutabarat, skema pendanaan dari bank merupakan langkah yang efektif untuk pengembangan megaproyek kilang dan petrokimia di Balikpapan. “Saat ini tahapan pendanaan terus bergulir dimana terdapat beberapa Bank yang telah mengirimkan Letter of Interest dan menginformasikan besaran dana yang siap dialokasikan untuk pendanaan megaproyek ini. PT KPI sudah melakukan komunikasi intens ke Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) serta beberapa bank asing,” jelas Fransetya. 

Skema investasi yang kuat dilakukan untuk menunjang keberlangsungan  RDMP Balikpapan, megaproyek kilang dan petrokimia yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barrel per/hari menjadi 360 ribu barrel per/hari. Mengingat RDMP Balikpapan ini merupakan salah satu proyek terbesar Pertamina, skema pendanaan yang berkelanjutan merupakan fokus perusahaan untuk mendukung kelancaran proyek. 

Guna menunjukkan akuntabilitas proyek RDMP Balikpapan, HIMBARA serta bank asing yang menjadi lenders proyek RDMP Balikpapan hadir menyaksikan milestones penting proyek yaitu pemasangan Regenerator pada unit RFCC.

Pada tanggal 28 Desember 2021, PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) sebagai pengelola RDMP Balikpapan resmi melakukan pemasangan Regenator pada unit RFCC. Disebutkan oleh Direktur Utama PT KPB, Feri Yani, regenerator tersebut berfungsi untuk meregenerasi katalis yang telah bereaksi dengan hidrokarbon dalam reaktor RFCC. Regenerator tersebut diproduksi oleh Hyundai Heavy Industries Korea. Adapun RFCC atau Residual Fluid Catalytic Cracking merupakan unit di kilang yang berperan meningkatkan profitabilitas kilang melalui pengolahan residu menjadi produk yang bernilai lebih tinggi.

Pemasangan regenerator pada unit RFCC berkontribusi terhadap progres positif RDMP Balikpapan yang minggu ke-3 bulan Desember 2021 telah mencapai 46,24 persen. Feri Yani yang hadir dalam acara memastikan kepada para lenders bahwa seluruh proses konstruksi RDMP Balikpapan dilakukan dengan standar HSSE yang ketat.

Upaya PT KPB dalam percepatan milestones proyek sejalan dengan tujuan dibangunnya Proyek RDMP Balikpapan yaitu meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan dari 260 ribu barrel per/hari menjadi 360 ribu barrel per/hari. Selain itu, nantinya RDMP Balikpapan diproyeksikan untuk menghasilkan produk setara Euro V yang lebih ramah lingkungan. Dengan revamping yang dilakukan, proyek RDMP Balikpapan diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengolahan crude (minyak mentah) agar mampu mengolah crude yang lebih sour. Proyek yang ditargetkan on stream pada tahun 2024 ini akan menjadi salah satu proyek terbesar Pertamina yang memiliki spirit untuk menyokong ketahanan energi negeri.

Saat ini PT KPI juga tengah menggarap berbagai proyek strategis dan membuka peluang untuk investasi dari pihak luar. Terdapat 12 proyek strategis di antaranya Biorefinery Cilacap, RDMP di kilang eksisting, Proyek Petroleum To Pharmaceutical, Petrochemical Jabar dan lainnya. Pertamina melalui PT KPI menyambut hangat partisipasi pihak eksternal, baik domestik maupun luar negeri, yang tertarik untuk menjadi mitra maupun financier guna mendukung pendanaan dan pembangunan proyek-proyek yang ada di seluruh kilang Pertamina. PT KPI juga berkomitmen untuk melaksanakan proyek-proyek strategis tersebut secara tepat waktu, tepat pembiayaan, tepat spesifikasi dan tepat hasil.