Kantongi Izin Kemenhub, Pertamina International Shipping Siap Tanggulangi Pencemaran di Seluruh Perairan Indonesia

doci
Kantongi Izin Kemenhub, Pertamina International Shipping Siap Tanggulangi Pencemaran di Seluruh Perairan Indonesia
Armada Kapal PIS

OFFSHORE Indonesia – Setelah dikukuhkan sebagai subholding shipping dari Pertamina (Persero), Pertamina International Shipping (PIS) secara resmi menjadi pemilik saham atas PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Kolaborasi antar dua bisnis ini melahirkan pencapaian yang didapatkan oleh anak usaha PTK yaitu PT Peteka Karya Samudera (PKS) yang telah mendapatkan Izin Usaha Penanggulangan Pencemaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla).
 
Melihat pencapaian tersebut, Arief Sukmara, Corporate Secretary dari Pertamina International Shipping (PIS) mengatakan bahwa terintegrasinya bisnis PIS dan PTK turut memberikan dampak positif bagi lingkungan, tidak hanya pada sisi bisnis.
 
“Kami melihat hal ini sebagai awal yang baik untuk kedepannya dari kolaborasi dan koordinasi bersama. Dengan mengantongi izin dari Ditjen Hubla tersebut, pencapaian yang diterima PKS akan memberikan nilai tambah untuk PIS sebagai subholding shipping tentunya,” ujarnya.
 
Sebagai Badan Usaha Pelabuhan entitas dari PTK yang melakukan kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan, PKS turut menjalankan pengusahaan atau pengelolaan pelabuhan, termasuk yang berhubungan dengan kegiatan penanggulangan pencemaran khususnya di pelabuhan yang dikelola sendiri. Dengan melakukan kegiatan penanggulangan pencemaran di luar pelabuhan yang dikelola sendiri inilah maka Izin Usaha Penanggulangan Pencemaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tersebut diperlukan.
 
Perizinan tersebut mengharuskan PKS memenuhi ketentuan di dalam Peraturan Menteri Perhubungan No 58 Tahun 2013 Tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan, baik dari aspek kesiapan sarana / peralatan dan bahan Penanggulangan pencemaran antara lain memiliki Oil Boom, Skimmer, Temporary Storage, Sorbent, Dispersant dan peralatan pendukung lainnya dengan jumlah minimal sesuai ketentuan yang dipersyaratkan serta memiliki personil minimal yang bersertifikat IMO Level 1 dan IMO Level 2.
 
Sebagai integrated marine logistics company, PIS tentunya tidak hanya mengelola bisnis perkapalan, namun termasuk juga pada skala logistik dan kepelabuhanan atau terminal. Dengan diterbitkan izin ini, turut menandakan peran baru PIS yang semakin kompleks. Melalui PKS, PIS akan melakukan investasi sarana dan peralatan penanggulangan pencemaran sesuai kebutuhan teknis serta melakukan pelatihan untuk mencetak SDM handal dan kompeten guna menunjang kegiatan tersebut.
 
“Dari sini kami akan selalu berusaha semaksimal mungkin dalam menjalankan kegiatan bisnis dengan SDM handal dan kompeten, sehingga dapat menjadi penyokong perjalanan PIS sebagai perusahaan integrated marine logistics co,” ujar Frits Tommy H. Sibuea, Corporate Secretary PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). 

Diketahui, PT Pertamina International Shipping (PIS) merupakan Subholding Company dari PT Pertamina (Persero) yang didirikan sebagai perusahaan  dengan visi “Perusahaan Shipping terkemuka di Asia, mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia”. Untuk merealisasikan visi perusahaan yang terus tumbuh-berkembang tersebut, PIS mencanangkan misi sebagai agen pembangunan ekonomi Indonesia dengan operasi yang aman dan berkelanjutan dan menjadi mitra maritim terpercaya dan andal, serta menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan dalam menjalankan bisnisnya.
 
Pada Rabu, 5 Mei 2021 PIS diresmikan sebagai subholding shipping dari Pertamina (Persero) dan siap menjalankan amanat untuk melebarkan sayap bisnisnya menjadi integrated marine logistics co.

#pis   #pertamina   #bumn