Jadi Marine Logistics Company, PIS Diharapkan Petik Pelajaran dari Petronas Malaysia

doci
Jadi Marine Logistics Company, PIS Diharapkan Petik Pelajaran dari Petronas Malaysia
Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi

OFFSHORE Indonesia - Lahirnya PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai subholding Pertamina dan Marine Logistics Company mendapat apresiasi dari banyak stakeholder. Diharapkan, PIS mampu menyambungkan titik-titik pelabuhan dalam bentuk marine logistics. Dengan kata lain, bisnis dari PIS tidak hanya mengelola kapal-kapal tetapi juga sampai pada bisnis marine dan logistik.

Dengan terintegrasinya layanan shipping, marine dan logistics, akan memperkuat posisi PIS di sektor maritim melalui sinergi aset dan layanan di masa depan sehingga dapat lebih berkembang dalam skala nasional maupun global.

Menanggapi hal ini, Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi mengaku bangga apabila Pertamina mampu menjalankan bisnis perkapalan. “Tentu saja kita apresiasi apabila PIS bisa menjalankan bisnis perkapalan, mengintegrasikan bisnis minyak dari hulu hingga ke hilir,” kata Siswanto kepada OFFSHORE Indonesia, Kamis (6/5/2021).

Di sisi lain, Siswanto tetap memberikan catatan kepada PIS agar memetik pelajaran dari perusahaan migas tetangga Petronas, Malaysia. Siswanto mengatakan, Petronas pernah membentuk anak perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran. Sayangnya, bisnis tersebut tidak berkembang seperti yang diharapkan.

“Petronas pernah punya pengalaman seperti itu. Anak usahanya kalau mau dibilang bangkrut, tidak juga tapi payah. Sekarang, apakah Pertamina sudah punya keahlian di bisnis perkapalan? Sebab bisnis perkapalan ini sekilas memang menggiurkan, tetapi pengelolaannya cukup rumit. Nah, PIS ini harus bisa memetik pelajaran dari Petronas,” ungkap dia.

Siswanto menjabarkan, PT PLN (Persero) adalah salah satu BUMN yang tergolong kurang sukses mengelola bisnis pelayaran. “Dulu pernah ada anak usaha PLN yang menangani pelayaran untuk mengangkut bahan baku batubara untuk pembangkit-pembangkitnya. Tetapi tidak bisa bertahan secara bisnis. Karena memang bisnis inti PLN bukan di pelayaran,” ujar dia mewanti-wanti.