Konsumen Makin Mencari Tas Handmade Sabina Collection

Pam
Konsumen Makin Mencari Tas Handmade Sabina Collection
Sri Dewi Yana pemilik usaha Sabina Collection

OFFSHORE INDONESIA - Bisnis kadang bisa berawal dari hal yang tak terduga. Misalnya dari coba-coba akhirnya serius dan berujung berpenghasilan. Kesan inilah yang banyak ditemukan pada para mitra binaan Program Kemitraan Pertamina. Bahkan, setelah bergabung menjadi binaan Pertamina, usaha yang mereka jalani mayoritas akan makin berkembang dan menjadi usaha mikro dan kecil (UMK) naik kelas.

Kesan inilah yang disampaikan salah satu binaan Pertamina Sri Dewi Yana. Pemilik usaha Sabina Collection yang beralamat di Kompleks Pondok Surya Blok IV No. 139, Kota Medan ini menceritakan bisnisnya yang berawal dari banyaknya waktu luang. “Waktu itu suami bekerja di luar negeri, saya ‘gabut’ akhirnya cari kesibukan membuatkan tas untuk anak,” ujarnya.

Siapa sangka, ternyata banyak yang melirik tas-tas buatannya. Satu persatu pesanan pun mulai datang. Hingga akhirnya Dewi mulai serius menggeluti bisnis itu dengan mengikuti banyak pelatihan menjahit tas di Pulau Jawa. “Di sanalah saya mendapat banyak masukan dan ide agar tas-tas buatan saya ini lebih bagus, awet, dan memiliki model yang uptodate,” imbuhnya.

Produk tas Sabina Collection akhirnya semakin variatif. Ia banyak memproduksi tas berbahan kanvas, linen, katun dan sintetis. Kini, usaha yang dijalani sejak tahun 2015 itu bisa dikategorikan menjadi UMK naik kelas. Hal ini terlihat dari beberapa kriteria yang sudah ia capai. Salah satunya dengan penambahan mesin produksi yang semula hanya 1 buah, kini sudah ada 5 mesin jahit portable di tempat usahanya.

Perkembangan itupun diikuti dengan penambahan sumber daya manusia. Kini Dewi mempekerjakan sebanyak 4 orang ibu rumah tangga untuk membantu usahanya. Upaya ini menjadi salah satu implementasi SDGs tujuan ke-8 yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi. “Dengan menjadi binaan Pertamina semoga usaha saya makin berkembang dan mempekerjakan lebih banyak orang lagi,” tuturnya.

Untuk lebih melekatkan ciri khas produknya, Dewi banyak mengombinasikan motif etnik seperti kain ulos dan kain tenun dipadukan dengan bahan dari karung goni. Sehingga terkesan elegan dengan kesan vintage. Produknya pun telah dipasarkan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Meliputi Provinsi Sumatera Utara, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menambahkan, Pertamina mendukung penuh usaha yang seperti dijalani Dewi. Menurutnya, usaha tersebut berpotensi untuk terus berkembang hingga ke kancah Global, apalagi terdapat ciri khas Indonesia didalamnya. “Melalui Program Kemitraan ini, Pertamina ingin dapat senantiasa menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain mengimplementasikan SDGs, Pertamina juga berupaya menjalankan ESG terutama dibidang sosial. ESG atau Environmental, Social & Governance (ESG) Management, merupakan langkah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya yang berfokus pada keberlanjutan bisnis secara jangka panjang. Dengan cara ini, Pertamina yakin dapat senantiasa menghasilkan manfaat ekonomi di masyarakat sesuai dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

#Sri   #Dewi   #Yana   #Sabina   #Collection