Cerita Dwi Hastuti, Sejak Muda Menggerakkan Semangat Majukan Indonesia

Ishak Pardosi
Cerita Dwi Hastuti, Sejak Muda Menggerakkan Semangat Majukan Indonesia
Dwi Hastuti di Kediamannya

OFFSHORE Indonesia - Dwi Hastuti adalah sosok yang rela membaktikan dirinya bagi sesama. Bermula dari kecintaannya terhadap lingkungan dan pendidikan sejak masih muda, Dwi kemudian menggerakkan semangat yang kian masif bagi warga RW 16 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kotamadya Depok, Jawa Barat.

“Kalau sudah izin Pak Marno, silakan datang besok,” begitu balasan pesan Dwi Hastuti lewat Whatsapp, Rabu (23/12/2020). Pak Marno (Sumarno) adalah Ketua RW 16 yang menjadi ‘tandem’ Dwi Hastuti mengurusi keperluan warga terutama untuk pilar lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan kewirausahaan.

“Banyak loh, Mas yang datang seperti ini. Wawancara saya termasuk dengan Pak Marno. Yang jelas, saya sudah terjun ke dunia lingkungan sejak masih gadis,” kenang Dwi Hastuti yang mengungkit sedikit kenangan lama kepada OFFSHORE Indonesia yang bertandang ke kediamannya di Jalan Saminten 3, RT 06, RW 16, Kamis (24/12/2020).

Gaya bercerita Dwi Hastuti sungguh mengasyikkan. Intonasinya enak didengar sehingga penjelasannya mudah dipahami. Maklum memang, Dwi bukan orang sembarangan. Selama 38 tahun, ia mengabdikan dirinya sebagai pendidik. Dwi adalah pensiunan guru yang terakhir menjabat sebagai Kepala Sekolah di SD Duren Tiga 13, Jakarta Selatan. 

Dwi yang kini dipercaya sebagai Ketua PKK kemudian berkisah bagaimana awalnya mendapat perhatian dari PT Astra International, Tbk. Menurut Dwi, ia awalnya sama sekali tidak terlalu berharap bakal mendapat dukungan luar biasa dari pihak Astra. 

“Awalnya hanya menyediakan tempat belajar untuk anak-anak yang diminta oleh sekelompok mahasiswa UI (Universitas Indonesia). Dari situlah awalnya. Jadi sebelumnya sama sekali tidak ada informasi adanya kegiatan Astra untuk masyarakat,” ungkap Dwi.

Selain asri dengan pelbagai kembang hidup di dalam pot, kediaman Dwi juga mirip perpustakaan. Ada rak buku yang berjejer di ruang tamunya. Sebelum wabah corona melanda, rumah Dwi juga berfungsi sebagai tempat bimbingan belajar (bimbel) bagi anak-anak sekitar RW 16. Pengajarnya tak lain adalah anak Dwi sendiri yang kerap dibantu sejumlah mahasiswa UI.

“Selama masa pandemi ini saja yang sepi, dulu setiap Senin, Selasa, Rabu, dan Jumat anak-anak pasti ramai di sini,” Dwi menjelaskan.

Kecintaan Dwi terhadap pendidikan serta lingkungan akhirnya mendapat perhatian dari banyak pihak, termasuk Pemkot Depok. Alhasil, RW 16 pada beberapa tahun terakhir juga mendapat perhatian dari Pemkot Depok usai meraih prestasi di bidang lingkungan untuk tingkat Provinsi Jawa Barat. “Rumah ini mirip base camp, tamu-tamu Kelurahan dan Wali Kota sering juga datang ke sini,” kata Dwi.

Dwi mengakui kalau ia memiliki sifat yang terbuka, supel, dan gaul. Sifat positif itulah yang menjadi nilai plus kenapa sepak terjang Dwi semakin mendapat perhatian. “Sejak muda memang sudah begini aslinya. Senang ngobrol dan bertukar pikiran, juga hobi tanaman. Itu juga yang mungkin membuat banyak anak-anak betah,” Dwi menerangkan.

Hobi mengurus tanaman meski di lahan terbatas serta setia terhadap isu pendidikan, kemudian membuka lembaran baru bagi Dwi Hastuti. Rupanya, pihak Astra tertarik dengan semangat Dwi yang tidak pantang menyerah.

Perlahan, selain menyediakan berbagai keperluan untuk tanaman bunga, pihak Astra juga memperhatikan sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, dan kewirausahaan. Pihak Astra dalam rentang waktu lima tahun terakhir telah banyak memberikan bantuan kepada warga RW 16 seperti pengadaan peralatan kesehatan di Posyandu, drum penampungan air hujan, serta bantuan lainnnya.

“Saya semakin senang ketika diminta Astra untuk mencari 30 orang calon penerima beasiswa. Itu berarti Astra sangat memperhatikan sektor pendidikan. Dukungan seperti itu sangat luar biasa bagi saya. Bahkan tahun depan totalnya akan menjadi 36 orang,” tandas Dwi.

Ke depan, Dwi berharap agar KBA terus dipertahankan karena sudah terbukti sangat bermanfaat bagi warga. “Saya berharap agar KBA jangan dihapus karena telah menjadi inspirasi yang punya semangat memajukan Indonesia dari berbagai aspek,” pungkas Dwi Hastuti.