Inspirasi Kerja Keras dan Pantang Menyerah dari KBA Depok

Ishak Pardosi
Inspirasi Kerja Keras dan Pantang Menyerah dari KBA Depok
KBA Depok, Jawa Barat

OFFSHORE Indonesia - Tak sulit menemukan Kampung Berseri Astra (KBA) Depok. KBA ini terletak di RW 16 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kotamadya Depok, Provinsi Jawa Barat. Lokasinya tak jauh dari Jalan Juanda, jalan utama penghubung antara Jalan Raya Bogor-Jakarta dengan Jalan Margonda Raya. 

Pertanda khususnya, RW 16 yang terdiri dari 10 RT ini merupakan pemukiman yang cukup padat penduduk. Ditandai dengan kian sedikitnya lahan kosong di depan rumah. Jarak antar rumah hanya dibatasi sebuah gang yang lebarnya hanya sekitar satu setengah meter saja.

“Jangankan untuk garasi mobil, lahan seukuran mobil saja sudah tidak ada,” begitu ucap Ibu Dwi Hastuti kepada OFFSHORE Indonesia, Kamis (24/12/2020) di kediamannya. Dwi Hastuti adalah sosok yang dalam 5 tahun terakhir terjun aktif di KBA Depok. Namun menariknya, keterbatasan itu justru dijadikan warga RW 16 sebagai motivasi. “Saya bilang, justru kekurangan kita harus jadi keunggulan,” Dwi menirukan kalimat motivasinya kepada warga.

Dengan penuh kerja keras, warga RW 16 kemudian mengubah wajah perkampungan itu menjadi lebih asri meski harus berhadapan dengan keterbatasan lahan. Hasilnya, tanaman seperti bunga dan pohon tampak menghiasi setiap rumah di RW 16. Termasuk, menyediakan tong penyimpanan air hujan untuk digunakan menyiram tanaman. Di masa pandemi sekarang, tong khusus dan sabun juga tersedia di setiap mulut gang. 

“Prinsipnya, kalau kita mau bekerja keras maka hasil positif pasti datang. Intinya kita berbuat saja dulu,” tandas Dwi meneruskan cerita masuknya PT Astra International ke RW 16 Kelurahan Bakti Jaya. Namun begitu, sambung Dwi, tidak mudah juga meyakinkan warga agar percaya kepada niat baik Astra. Apalagi, Astra sama sekali tidak pernah memberikan bantuan berupa uang tunai. “No cash money,” tegas Dwi.

Perlahan, perhatian Astra ke RW 16 semakin terlihat. Diawali dari program lingkungan untuk penghijauan, kini menyebar ke pilar unggulan lainnya yakni pendidikan, kesehatan, maupun UMKM. Saat ini, sebanyak 33 warga RW 16 telah mendapat program beasiswa lestari dari Astra. Dari tingkat SD hingga SMA.

Padahal, kisah Dwi, awalnya warga RW 16 hanya mendapat kuota beasiswa sebanyak 3 orang saja. Namun sejak 2017 hingga sekarang, ditambah menjadi 33 orang. Bahkan, tahun depan, kuota itu akan kembali bertambah menjadi 36 orang.

“Kami juga semakin beruntung karena Kampus UI (Universitas Indonesia) kan dekat sini. Jadi banyak juga mahasiswa yang bersedia membimbing warga, dari bidang kesehatan, lingkungan, hingga pendidikan,” katanya.

Bantuan di bidang kesehatan juga begitu. Astra telah banyak memberikan bantuan seperti menyumbang pembangunan Posyandu dan sejumlah peralatan pendukung kesehatan. Juga memberdayakan sekaligus mengedukasi warga untuk terjun ke dunia UMKM melalui bantuan sembako di setiap bulan puasa.

Kemudian dari 2017, PAUD RW 16 masuk juara 10 besar dengan hanya mengirimkan data-data saja. “Kita kemudian dimanjakan seperti diundang ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Di situlah kita baru terasa, berprestasilah dahulu baru kita dapat duit.”

Kerja keras dan pantang menyerah seluruh warga RW 16 kini sudah terbukti. Dari 2017, KBA Depok sukses menyabet prestasi 6 besar, disusul Posyandu di peringkat 5 besar, serta kadernya yang berjaya di 5 besar. “Pengumuman pemenangnya kita berangkat bertiga ke Makassar, Sulsel. Untuk presentasi, kadernya juara dua sedangkan Posyandu-nya juara tiga,” kisah Dwi.

Dwi menyimpulkan, Astra tidak mau datang ke tempat yang nol, tetapi harus punya potensi terlebih dulu. “Pokoknya kita jangan sampai berpikiran duit dulu. Tetapi harus pantang menyerah untuk menunjukkan karya terlebih dulu. Saya terus bersemangat sampai sekarang karena Astra memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang mau berbuat,” ujar Dwi.

#kba   #depok   #astra   #baktijaya   #sukmajaya