Laba Bersih Turun 16 Persen, Elnusa Tetap Catat Hasil Kinerja Positif

Pam
Laba Bersih Turun 16 Persen, Elnusa Tetap Catat Hasil Kinerja Positif
Elnusa tetap kokoh

OFFSHORE Indonesia – PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan terkemuka penyedia jasa energi menutup kinerja keuangan semester I 2020 dengan capaian yang cukup menggembirakan. Triple shock yang menjadi tantangan utama kinerja Elnusa berhasil dilalui dengan baik. 

Pendapatan usaha Elnisa meningkat 3,3% year on year (yoy), dari Rp3,8 triliun pada semester I 2019 menjadi Rp3,9 triliun pada semester I 2020. Laba bruto tumbuh 9,6% dari Rp383 miliar menjadi Rp419 miliar. Sementara laba operasi naik signifikan 10% dari Rp236 miliar menjadi Rp260 miliar.

Direktur Keuangan Elnusa, Hery Setiawan mengemukakan, "Triple shock yang kami hadapi saat ini sangat menantang. Jasa hulu migas Elnusa mendapatkan tekanan fluktuasi harga migas, jasa distribusi & logistik energi berhadapan dengan perubahan konsumsi BBM nasional akibat pandemi Covid-19 dan terdapat pula pelemahan nilai kurs rupiah yang juga mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan. Namun demikian, kami tetap mampu menjaga pertumbuhan pendapatan usaha, laba bruto maupun laba operasi dengan baik." 

Secara segmentasi, jasa hulu migas mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan yaitu sebesar 25% bila dibandingkan semester I 2019. Peningkatan ini ditopang banyaknya permintaan jasa pengelolaan dan perawatan sumur migas serta jasa engineering, procurement, construction, operation & maintenance (EPC-OM). Secara konsolidasi, kontribusi segmen jasa hulu migas pada semester I 2020 ini mencapai 54%, jasa distribusi & logistik energi 42%, serta jasa penunjang 4%.

“Kenaikan pendapatan usaha pada semester ini merupakan bukti bahwa Elnusa semakin kokoh dalam menapaki bisnis jasa migas. Kami optimis diversifikasi portofolio yang dimiliki akan saling menopang satu sama lain dan mampu menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun,” lanjut Hery.

Sementara itu, Elnusa mencatatkan laba bersih Rp130 miliar pada semester I 2020 ini. Hasil ini terkoreksi 16% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp150 miliar. 

"Tidak mudah untuk tetap mencatatkan pertumbuhan laba bersih ditengah kondisi makro yang kurang menentu saat ini. Namun demikian kami tetap mencatatkan hasil kinerja positif. Komitmen ini yang akan terus kami tingkatkan, sehingga capaian positif ini tetap terjadi hingga akhir tahun," imbuh Hery.

Hingga kini kinerja Elnusa masih stabil dan menjadi salah satu perusahaan servis migas yang tetap mencatatkan kinerja positif. Secara global, banyak perusahaan jasa migas yang telah melakukan penyesuaian bahkan pengurangan tenaga kerja untuk tetap bertahan.

"Kami berupaya sebaik mungkin untuk dapat bertahan. Kami optimis dapat melalui berbagai tantangan yang ada saat ini dengan mencatatkan kinerja yang baik," pungkas Hery.

#Elnusa   #Direktur   #Keuangan   #Elnusa   #Hery   #Setiawan