Pekerja Pertamina Siap Jalankan Skenario New Normal BUMN, Tapi Ada Syaratnya

doci
Pekerja Pertamina Siap Jalankan Skenario New Normal BUMN, Tapi Ada Syaratnya
Bincang FSPPB Bersama Wartawan via Zoom

OFFSHORE Indonesia - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mengaku siap menjalankan skenario new normal yang dicanangkan Kementerian BUMN. Kesiapan itu merupakan bentuk tanggung jawab pekerja Pertamina sebagai salah satu pilar penopang kedaulatan energi nasional.

Namun begitu, tetap ada hal prinsip yang tetap wajib diperhatikan manajemen jika ingin menerapkan new normal. Yakni jaminan keselamatan dan kesehatan (HSE) selama bekerja merupakan harga mati. 

“Tentunya dengan pekerjaan yang harus menjamin bahwa pekerja ini terlindungi walaupun harus menjalankan new normal,” tandas Presiden FSPPB Arie Gumilar.

Hal itu dikatakan Arie saat menggelar bincang santai bersama para wartawan via zoom, tepat di malam takbiran, Sabtu (23/5/2020).

Sejauh ini, sambung Arie, belum ada pembicaraan antara manajemen Pertamina dengan FSPPB terkait penerapan new normal. Sehingga bisa dipahami, konsep new normal yang diwacanakan Menteri BUMN Erick Thohir tersebut masih sebatas skenario yang teknis pelaksanaannya masih terus digodok.

Apabila konsep new normal nantinya bakal diterapkan di Pertamina, ada syarat yang harus lebih dulu dipenuhi. Yakni harus lebih dulu mendapat persetujuan para pekerja.

“Karena hal-hal yang terkait dengan hal tersebut sudah diatur dalam kegiatan hubungan industrial, yakni perjanjian kerja bersama dengan direksi,” ujar Arie.