Webinar PAKKEM Diserbu, Pesertanya Banyak Banget!

redaksi
Webinar PAKKEM Diserbu, Pesertanya Banyak Banget!
Webinar PAKKEM

OFFSHORE Indonesia - Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keteknikan Minyak dan Gas Bumi Indonesia (PAKKEM) langsung tancap gas dengan kembali menggelar web seminar (webinar) via Zoom pada Rabu (20/5/2020). Meski baru diluncurkan pada 8 Mei 2020, organisasi tempat berkumpulnya para pegiat migas ini tercatat sudah dua kali menggelar webinar.

Webinar ini pun berlangsung seru lantaran diikuti oleh 350 peserta dari berbagai instansi. “Luar biasa, dua jempol untuk kita semua. Ini pesertanya membeludak,” ujar Moderator Acara Waluyo Marto Wiyoto.

Baik dari instansi pemerintah, perusahaan BUMN, maupun perusahaan swasta migas nasional. Pesertanya webinar ini antara lain berasal dari Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Pertamina, Rekayasa Engineering, Geoservices, Sucofindo, LEMIGAS, Petrochina.

Selanjutnya, PEM Akamigas Cepu, Laris Berkah Ananda, BP Tangguh, EPC Waskita Karya, Concord Consulting, Asta Rekayasa Unggul, Jakarta Prima Cranes, USN KOLAKA, Reksolindo, Interport Mandiri Utama (IEG), termasuk akademisi dari berbagai kampus di Indonesia.

Webinar yang direncanakan berlangsung selama dua jam ini pun terpaksa mundur dari jadwal semula. Hal ini karena banyaknya pertanyaan maupun tanggapan yang dilontarkan para peserta. 

“Kita bersyukur karena peserta webinar ini sudah didominasi kaum milenial, bukan lagi semi kolonial atau kolonial. Artinya regenerasi berjalan dengan baik,” canda Moderator Waluyo saat membuka acara.

Ketua Umum PAKKEM Edi Purnomo mengatakan, webinar serupa akan menjadi agenda rutin PAKKEM dengan mengangkat berbagai topik yang berkaitan dengan keselamatan migas.

"Visi kami ingin menjadi perkumpulan yang mampu meningkatkan kompetensi para ahli keselamatan dan keteknikan di lingkungan migas secara profesional," ujar Edi.

Kali ini, tema webinar PAKKEM mengambil topik “Sistem Manajemen Keselamatan Migas (SMKM)” yang menghadirkan 4 pembicara. Pertama, Pengawas (Ketua) PAKKEM, Mirza Mahendra, yang saat ini juga menjabat sebagai Kasubdit Keselamatan Hulu Migas Ditjen Migas, Kementerian ESDM.

Sementara pembicara kedua, ketiga, dan keempat adalah Syamsul Arifin, Alvin Alfiansyah, dan Timbul P Gurning yang masing-masing memiliki ‘jam terbang’ tinggi di dunia keselamatan migas.

Dalam paparannya, Mirza Mahendra menekankan bahwa SMKM bukanlah sekadar pelengkap dalam dunia migas tetapi memiliki peranan yang sangat penting. Sehingga seluruh pihak terkait seperti pemerintah, kontraktor migas, maupun perusahaan migas diminta agar senantiasa melakukan evaluasi terhadap SMKM. 

Meski begitu, SMKM bukan berarti menghilangkan prinsip keselamatan migas yang selama ini telah dikenal yakni Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). “Apabila memenuhi semua substansi yang terdapat dalam SMKM, maka akan memenuhi SMK3,” ujar Mirza.

Sementara Syamsul Arifin mengatakan, SMKM pada prinsipnya memiliki versi yang berbeda di setiap negara. Akan tetapi, muara dari implementasi sistem keselamatan migas adalah praktek di lapangan. Menurut Syamsul, hal terpenting dalam menegakkan sistem keselamatan migas adalah adanya konsistensi serta adaptasi dalam penerapannya di lapangan.

Pendapat ini juga diamini Alvin Alfiansyah, salah satu pembicara yang bergabung dari Qatar. Menurut Alvin, perbedaan budaya di negara perusahaan beroperasi juga turut mempengaruhi sistem keselamatan migas yang dianut. 

Adapun Timbul P Gurning lebih menyoroti sistem keselamatan migas yang selama ini cenderung hanya mengadopsi dari proyek sebelumnya. Menurut Gurning, klien maupun kontraktor kerap mengabaikan aspek HSE sejak awal. 

Padahal, HSE harus mendemonstrasikan risiko dan penanganannya dan sejak awal harus sudah terindentifikasi. “Rohnya harus ada sejak awal. Jangan hanya copy-paste dari proyek-proyek sebelumnya,” ujar Gurning.

#pakkem   #webinar   #keselamatanmigas   #smkm   #smk3   #migas   #esdm